Langsung ke konten utama

Review Film Tanah Surga...Katanya #bridgingcourse


Dari Daerah Perbatasan, Dapatkan Rasa Cinta Tanah Air

                Miris ketika mengetahui anak-anak Sekolah Dasar yang sedang giat-giatnya belajar tentang segala dasar, tetapi yang benar-benar dasar pun masih belum mampu paham. Lagu kebangsaan negara dan bendera negara yang seharusnya menjadi identitas diri seorang warga negara justru tidak tahu. Salah siapa? Pemerintah? Negara? Kesadaran rakyat yang kurang? Gara-gara Tanah Surga Katanya ini pikiran saya jadi dibuat ingin bepikir lebih dalam, sial kok ada sih anak SD Indonesia tidak tahu bendera merah putih itu modelnya seperti apa, dan lagu Indonesia Raya yang merupakan lagu kebangsaan Indonesia itu seperti apa, tahunya malah lagu Kolam Susu.
                Herwin Novianto, sang sutradara mampu dibilang cukup lihai membuat penonton berkata “Sial, masih ada ya yang seperti ini.”  Penggambaran latar perbatasan Malaysia dan Indonesia yang sangat kontras yang ditunjukkan dengan jalan beraspal versus jalanan yang masih berlumpur, penggunaan mata uang ringgit oleh masyarakat perbatasan, kurangnya sarana dan fasilitas, hal-hal tersebut sukses menguatkan tema besar yang diambil, tentang daerah perbatasan di Indonesia.
                Tokoh dan karakter dalam Tanah Surga Katanya pun menarik, mewakili tiap keadaan masyarakat Indonesia saat ini. Penokohan tokoh Salman yaang berdialek Melayu, polos namun cerdas persis menggambarkan anak-anak Indonesia yang sebenarnya. Anak-anak yang sebetulnya memiliki potensi dan kemauan, namun harus terhalang oleh nasib yang salah. Kakek Hasyim yang berpendirian kuat, cinta mati kepada bangsa, hobi bercerita juga semakin menguatkan tema dan menggelitik hati kecil penonton. Kalau kakek-kakek setua itu saja mampu mencintai bangsanya dengan sepenuh hati, mengapa kita tidak?
                Tokoh menarik lainnya adalah dokter Anwar dan Bu Guru Astuti. Dua tokoh ini sebenarnya mempunyai nasib yang lebih baik daripada tinggal di daerah tertinggal di perbatasan. Dokter Anwar yang mempunyai semangat pengabdian seharusnya dibuntuti oleh dokter-dokter lain di Indonesia. Profesi dokter saat ini sarat akan hal yang materialistis, biaya kuliah yang mahal menuntut dokter harus hidup mapan, makmur, mewah, esensi pengabdiannya pudar. Terlihat di dalam cerita bahwa dokter Anwar bersedia dibayar oleh apapun, termasuk dengan buah pisang sekalipun. Sedangkan untuk Bu Astuti, yang memiliki latar belakang konyol bisa sampai di daerah tersebut, rela dan dengan sabar mengajarkan anak-anak yang memang sangat kehausan dengan ilmu pengetahuan yang sebenarnya.
                Di sisi lain, tokoh Haris dan Salina, harus tergiur dengan kenikmatan Malaysia. Memang cukup sulit konflik yang dihadapi oleh tokoh ini, ketika harus bertahan di negara sendiri namun tidak mendapatkan kesuksesan duniawi, atau pergi ke Malaysia dan mendapat suksesnya. Sebenarnya jalan yang diambil oleh Haris dan Salina untuk menjadi warga negara Malaysia tidak semata-mata salah karena setiap manusia memang diharuskan mencapai titik suksesnya dan membahagiakan keluarganya. Namun di akhir-akhir cerita, film ini semakin menguatkan bahwa keputusan Haris dan Salina salah. Sikap Haris yang menjadi fanatik akan kewarganegaraan barunya dan melupakan keluarganya mampu membuatnya menjadi semakin salah.
                Di awal, kita diperkenalkan oleh tokoh Kakek Hasyim yang merupakan pejuang pembela NKRI yang menanamkan rasa nasionalisme kepada cucu-cucunya (Salman dan Salina) melalui cerita dan ajaran sehari-hari. Kehidupan kakek kemudian tergoyah karena anaknya, Haris datang dan mengajaknya pindah ke Malaysia. Kakek Hasyim tetap keras kepala, alasannya ya karena nasionalismenya yang begitu kuat. Kakek Hasyim tetap tinggal di wilayah Indonesia yang terbelakang dan menderita penyakit yang serius. Sebagai cucu yang setia dan sudah menganggap kakeknya seperti ayah sendiri, Salman berusaha membawa kakeknya berobat ke rumah sakit meski biayanya mahal. Berbagai cara ia lakukan. Dalam perjalanan inilah, ajaran-ajaran Kakek Hasyim kepada Salman mulai di aplikasikan. Adegan cukup heroik terjadi ketika Salman menegur sesorang yang menggunakan bendera merah putih sebagai kain penutup dagangan. Dan puncaknya adalah ketika Salman berlari membawa bendera merah putih hasil penukaran dengan kain penutup dagangan dan saat Salman membaca puisi di hadapan pemerintah yang berkunjung. Dalam dua adegan itulah pesan film disampaikan oleh sutradara. Adegan-adegan yang mengandung unsur komedi dan romantisme cukup serasi ditambahkan di dalamnya, kisah sampingan seperti percintaan dokter Anwar dan Bu Astuti juga tetap mendukung tema besar yang diberikan. Namun terkadang porsi-porsi komedi yang diberikan ada yang kurang cerdas, sehingga justru mengganggu konsentrasi yang telah diberikan sepenuhnya.
                Setelah menonton film ini pikiran kita seharusnya menjadi terbuka. Membela negara tidak hanya dilakukan oleh militer, hal kecil yang dilakukan Salman terhadap bendera Indonesia adalah salah satu tindakan nyata pembelaan negara. Rasa cinta tanah, nasionalisme bukan hanya kita bentuk dengan mengikuti upacara bendera atau mata pelajaran kewarganegaraan saja. Sikap-sikap adil, bijaksana dan demokrasi adalah nilai yang harus ditumbuhkan apabila kita cinta tanah air. Nilai-nilai itulah yang juga harus ditaati oleh pemerintah, yang diingatkan kembali oleh Salman melalui puisinya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Olimpiade Indonesia Cerdas: Oase di Tengah Gersangnya Acara Edukatif untuk Remaja

Olimpiade Indonesia Cerdas menjadi satu-satunya tayangan kuis edukatif bagi remaja tingkat SMA atau sederajat yang tayang di Rajawali Televisi. Acara ini tayang perdana pada tanggal 29 September 2014, hingga kini tayang dari hari Senin sampai Jumat pukul 19.00 dan dipandu oleh Nirina Zubir. Para peserta dalam Olimpiade Indonesia Cerdas beradu kemampuan akademik dan wawasan. Acara dikemas dalam bentuk cerdas cermat yang dibagi dalam tiga babak yaitu cepat tepat, cepat cermat dan kotak katik. Setiap tim harus mengikuti babak demi babak untuk memperoleh skor tertinggi agar bisa menjadi pemenang. Selain itu, setiap tim juga mengirimkan tim supporter untuk memberi semangat dan memeriahkan jalannya cerdas cermat. Namun, acara yang edukatif ini sempat menuai teguran dari KPI karena yang menjadi peserta hanya SMA dari daerah Jabodetabek saja. Teguran ini ditanggapi oleh pihak produser acara dan akhirnya peserta dari daerah Bandung, Karesidenan Surakarta dan Yogyakarta diikutsertakan dalam ...

Independensi Pers #bridgingcourse

Resume dari artikel Menggugat Pers dan Negara oleh Amir Effendi Siregar (Kompas cetak 18 April 2013)                 Independensi pers menjadi persoalan saat ini,terutama menjelang pemilu. Hal tersebut merupakan gugatan, tidak hanya kepada media, namun juga ditujukan kepada negara yang merupakan regulator media dan pemerintah yang merupakan penegak hukum.                 Media di Indonesia masih elitis, isinya seragam, dan kepemilikannya terkonsentrasi. Yang paling elit adalah media cetak, namun jumlah sirkulasi media cetak di Indonesia masih sangat kecil. Tidak seperti negara maju yang jumlah sirkulasinya sebanding dengan jumlah penduduk. Untuk memperluas jangkauan digunakan pula internet, namun penggunaan internet baru 24,23 persen, jauh dengan persentase negara maju. Televisi swasta pun baru menjangkau 78 persen penduduk, belu...
Berikut adalah aplikasi yang recomended untuk anda pengguna Android anyaran. Paling tidak untuk merasakan sensasi Android yang berbeda dengan OS lain. * Go launcher : app ini dapat diunduh di market. app ini berguna buat ganti tampilan bawaan,ganti theme,ganti font,background. Anda dapat mengubah sesuai keinginan anda. Untuk melengkapi versinya anda juga perlu mendownload Go theme,font pack,icon pack. Namun tenang saja itu semua tersedia di market Android * Handcent SMS : app free yang juga tersedia di market ini memungkinkan anda untuk mengubah style tampilan sms. SMS yang threaded view dapat semakin menarik dengan app ini. Bisa kita tambahkan foto,ganti warna ballon nya,ganti themenya. Mengetik sms pun jadi lebih menarik. * Smart keyboard pro : app ini tersedia free di blapkmarket.com atau bisa lewat 4shared. Dengan app ini kita bisa mengubah tampilan keyboard default jadi keyboard yang lebih menarik dan ukuran besar. Theme keyboard pun dapat kita atur. Dan yang paling menari...