Langsung ke konten utama

Ini Nih Mainan Favoritku

Liburan semester belum mulai, tetapi sudah banyak waktu selo yang dilalui. Ibaratnya ini liburan yang diselingi ujian, tiap masuk ujian 2 hari, liburnya 2 hari pula. Ujian pun cukup datang ke kampus dan mengumpulkan paper.
Karena keterbatasan hiburan, jalan yang dilakukan adalah internetan dengan sisa-sisa kuota Always On. Yah, facebook, twitter standar dan beberapa situs populer yang aksesnya terbatas menjadi hiburan saat ini.
Beberapa waktu terakhir, timeline facebook gencar dengan munculnya kembali foto dan status dari teman-teman ketika tahun 2009an. Masih pada lucu, alay, polos, terlihat aslinya. Iseng-iseng saya pun juga penasaran dengan track record lawas di facebook dan menemukan foto-foto editan "alay". Terutama zaman-zaman SMP.


Adobe Photoshop, software editor itu yang menjadi mainan andalan saya ketika SMP (dan sampai sekarang). Ketika belum zamannya kamera DSLR dan smartphone, foto-foto yang saya ambil dan edit itu terasa keren banget. Ya, dulu saya ga punya hp bagus, foto-foto bermodalkan kamera digital 700ribu yang baru dibelikan ketika kelas 9 awal. Hasil foto yang pas-pasan dengan kamera yang pas-pasan pula menjadi bening dan wah ketika diedit dengan Adobe Photoshop. Meski awalnya hanya memainkan brightness, contrast, hue, saturation, color balance ; jika dikolaborasikan dengan jeli, hasil foto bisa oke. Secara otodidak saya belajar, hingga mengenal layer dan yang lain-lain. Saya merasa keren di zaman itu, ketika pengen punya foto bagus harus usaha ngedit, meski kamera standar, meski komputer masih pentium 3. Foto-foto pun dengan sabar saya tag ke fb biar temen-temen seneng dan uploadnya pun ke warnet.

Sekarang sudah beda zaman. Smartphone semakin smart dengan kualitas hasil kameranya, tiap orang punya smartphone, SLR dan editor-editor instan dengan filter. Selama beberapa waktu saya sempat ikut terhanyut dalam kemudahan ini, namun hidup seperti tidak punya usaha. Untuk dapat foto bagus, tampang keren tinggal pilih-pilih filter, ga perlu menggeser komposisi warna seperti di photoshop. Sharing foto pun semakin mudah, bahkan langsungan di editor foto. Ga seperti dulu cuma facebook yang jadi top socmed sharing foto.

yang pasti Adobe Photoshop bikin saya usaha, keterbatasan bukan penghalang untuk berbagi dan berkarya. Kemudahan-kemudahan yang ada tetep bikin saya cinta buat mainan sama Adobe Photoshop.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Banyak Pedofilia?

Beberapa minggu terakhir pemberitaan di TV dipenuhi kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak, mulai kasus yang bawa-bawa nama sekolah internasional sampai kasus orang dewasa stress terus nyiksa fantasinya anak kecil. Objek utama yang dibawa-bawa adalah anak kecil, nah objeknya udah beda orientasi nggak kayak kasus yang dulu-dulu yang korbannya wanita tak bersalah. Mengapa demikian? Pedofilia, kata keren buat menyebut sindrom pelaku kasus ini. Artinya bisa dicari sendiri ya, tapi pasti kalian tahu deh artinya, sekarang suka ngrecokin temen pakai sebutan itu kan yaa. Kok bisa sih sekarang banyak orang yang jadi pedo gitu? Faktor apa yang memengaruhi membludaknya pedo? Selanjutnya akan dibahas pada artikel ini *berasa makalah*. Semakin banyaknya jomblo (terutama laki-laki) semakin menambah jumlah manusia pedo. Lho kok bisa? Iya bisa banget. Sosok wanita yang seharusnya menjadi objek fantasi kaum pedo tidak mampu hadir di hadapan para pedo. Wanita-wanita zaman sekarang t...

Judul Bombastis!

Portal berita daring kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat dalam memperoleh informasi. Namun belum semua pengakses portal berita daring mampu memanfaatkan dengan bijak segala informasi yang diakses. Kemudahan akses, share dan unggah informasi menyebabkan media pemilik portal berita daring berlomba-lomba membuat berita yang bisa menjadi perhatian para pengakses. Upaya ini dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan penggunaan judul yang bombastis atau judul yang tidak sesuai dengan isi berita. Salah satunya adalah berita yang dimuat di portal nttterkini.com, berita tersebut menyajikan judul berupa “Pesawat Jatuh di El Tari Kupang, Dua Tewas” ( http://www.nttterkini.com/pesawat-jatuh-di-el-tari-kupang-dua-tewas/ )  namun isi berita tersebut ternyata hanya kisah skenario latihan penanggulangan keadaan darurat dirgantara raharja ke-48 PT Angkasa Pura I Kupang. Judul tersebut memengaruhi psikologis pembaca, terbukti dengan komentar-komentar yang mengira kejadia...

Long time no see!

Yap sudah bertahun tahun tidak mengisi kembali blog ini karena segala rutinitas dan yang paling utama gara2 ga jadi penilaian blog. Entah kenapa malem ini mulai males main twitter, karena sebagian isinya hanya iseng2an belaka,tapi aku tetep aja buka terus. Setiap kali mau ngetwit nomention selalu mikir dulu,tepat ga sih,garing ga sih. Alhasil ga jadi ngepost dan cuma liat2 TL aja. Wasting time banget dan aku terus saja melakukannya! Well,kepikir buat nulis di blog aja,ga ada yang baca gpp, tapi paling engga si blog ini ga bikin galau karena ga ada stalking dan stalkernya :)