Langsung ke konten utama

URBAN TRIBES: Lelaki Traveler Instagram

Media sosial Instagram dan gaya hidup traveler kini menjadi aliran hidup tersendiri bagi beberapa kalangan, terutama kalangan remaja urban. Kini liburan dan jalan-jalan bukan sekedar mengunjungi tempat-tempat yang menarik dan refreshing, namun diikuti juga dengan aktivitas hunting foto-foto yang dipamerkan di akun Instagram masing-masing. Kelompok Traveler Instagram berlomba-lomba untuk membuat galeri Instagram mereka konsisten bertemakan traveler. Foto yang dipamerkan juga dibumbui dengan filter-filter dari editor gambar agar terlihat semakin smooth. Kemunculan Lelaki Traveler Instagram ini biasanya di kota-kota yang memiliki banyak kampus atau yang memiliki banyak tempat wisata, seperti Jogja, Bandung, Malang, Jakarta.

                Para Lelaki Traveler Instagram ini sangat sering untuk pergi ke tempat wisata atau menemukan tempat wisata-wisata baru. Mayoritas tempat wisata yang dituju adalah tempat wisata alam (gunung, pantai, bukit, danau dan lain-lain). Perjalanan mereka wajib dibekali oleh smartphone dengan kamera canggih (biasanya iPhone), kamera mirrorless, kamera GoPro atau kamera DSLR. Mereka biasanya mengandalkan Google Maps atau Waze untuk menemukan tujuan wisata mereka. Sebagian Lelaki Traveler Instagram tidak mempunyai kemampuan dan pengetahuan khusus mengenai kegiatan jelajah alam. Yang terpenting adalah sampai di lokasi dan dapat mendokumentasikan dengan kamera dengan hasil sebagus mungkin.

                Gaya busana para Lelaki Traveler Instagram adalah casual, untuk mendukung kegiatan yang biasanya di luar ruangan. Paling sering mereka mengenakan kemeja flannel motif kotak-kotak, kaos dengan desain simpel, tas ransel trendi khusus traveler, sepatu running atau sepatu gunung dan mengenakan topi explorer. Namun sesimpelnya gaya busana yang mereka kenakan, busana itu biasanya bermerek atau berasal dari brand-brand indie yang biasanya barangnya limited.

                Bahasa yang mereka gunakan biasanya bahasa sehari-hari sesuai dengan domisili. Misalnya untuk Lelaki Traveler Instagram dari Jogja biasanya memakai bahasa Jawa ngoko, sedangkan yang dari Jakarta memakai bahasa yang lebih Jakartanis, dicirikan dengan penggunaan kata Lo-Gue. Lelaki cenderung lebih bebas dalam berekspresi dan berkata-kata sehingga bahasa tidak terlalu dipermasalahkan di tengah para Lelaki Traveler Instagram.

                Selain sibuk mendatangi tempat wisata, Lelaki Traveler Instagram juga sering nongkrong di kafe kopi terkemuka di domisili masing-masing. Sebagian dari mereka biasanya juga hobi untuk memotret makanan dan minuman atau memotret sudut-sudut unik di suatu kafe kopi. Dimana ada spot unik untuk difoto biasanya akan banyak para Lelaki Traveler Instagram akan bertandang.


Tugas Mata Kuliah : Media, Budaya dan Kaum Muda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Banyak Pedofilia?

Beberapa minggu terakhir pemberitaan di TV dipenuhi kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak, mulai kasus yang bawa-bawa nama sekolah internasional sampai kasus orang dewasa stress terus nyiksa fantasinya anak kecil. Objek utama yang dibawa-bawa adalah anak kecil, nah objeknya udah beda orientasi nggak kayak kasus yang dulu-dulu yang korbannya wanita tak bersalah. Mengapa demikian? Pedofilia, kata keren buat menyebut sindrom pelaku kasus ini. Artinya bisa dicari sendiri ya, tapi pasti kalian tahu deh artinya, sekarang suka ngrecokin temen pakai sebutan itu kan yaa. Kok bisa sih sekarang banyak orang yang jadi pedo gitu? Faktor apa yang memengaruhi membludaknya pedo? Selanjutnya akan dibahas pada artikel ini *berasa makalah*. Semakin banyaknya jomblo (terutama laki-laki) semakin menambah jumlah manusia pedo. Lho kok bisa? Iya bisa banget. Sosok wanita yang seharusnya menjadi objek fantasi kaum pedo tidak mampu hadir di hadapan para pedo. Wanita-wanita zaman sekarang t...

Judul Bombastis!

Portal berita daring kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat dalam memperoleh informasi. Namun belum semua pengakses portal berita daring mampu memanfaatkan dengan bijak segala informasi yang diakses. Kemudahan akses, share dan unggah informasi menyebabkan media pemilik portal berita daring berlomba-lomba membuat berita yang bisa menjadi perhatian para pengakses. Upaya ini dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan penggunaan judul yang bombastis atau judul yang tidak sesuai dengan isi berita. Salah satunya adalah berita yang dimuat di portal nttterkini.com, berita tersebut menyajikan judul berupa “Pesawat Jatuh di El Tari Kupang, Dua Tewas” ( http://www.nttterkini.com/pesawat-jatuh-di-el-tari-kupang-dua-tewas/ )  namun isi berita tersebut ternyata hanya kisah skenario latihan penanggulangan keadaan darurat dirgantara raharja ke-48 PT Angkasa Pura I Kupang. Judul tersebut memengaruhi psikologis pembaca, terbukti dengan komentar-komentar yang mengira kejadia...

Long time no see!

Yap sudah bertahun tahun tidak mengisi kembali blog ini karena segala rutinitas dan yang paling utama gara2 ga jadi penilaian blog. Entah kenapa malem ini mulai males main twitter, karena sebagian isinya hanya iseng2an belaka,tapi aku tetep aja buka terus. Setiap kali mau ngetwit nomention selalu mikir dulu,tepat ga sih,garing ga sih. Alhasil ga jadi ngepost dan cuma liat2 TL aja. Wasting time banget dan aku terus saja melakukannya! Well,kepikir buat nulis di blog aja,ga ada yang baca gpp, tapi paling engga si blog ini ga bikin galau karena ga ada stalking dan stalkernya :)