Langsung ke konten utama

Olimpiade Indonesia Cerdas: Oase di Tengah Gersangnya Acara Edukatif untuk Remaja

Olimpiade Indonesia Cerdas menjadi satu-satunya tayangan kuis edukatif bagi remaja tingkat SMA atau sederajat yang tayang di Rajawali Televisi. Acara ini tayang perdana pada tanggal 29 September 2014, hingga kini tayang dari hari Senin sampai Jumat pukul 19.00 dan dipandu oleh Nirina Zubir. Para peserta dalam Olimpiade Indonesia Cerdas beradu kemampuan akademik dan wawasan. Acara dikemas dalam bentuk cerdas cermat yang dibagi dalam tiga babak yaitu cepat tepat, cepat cermat dan kotak katik. Setiap tim harus mengikuti babak demi babak untuk memperoleh skor tertinggi agar bisa menjadi pemenang. Selain itu, setiap tim juga mengirimkan tim supporter untuk memberi semangat dan memeriahkan jalannya cerdas cermat. Namun, acara yang edukatif ini sempat menuai teguran dari KPI karena yang menjadi peserta hanya SMA dari daerah Jabodetabek saja. Teguran ini ditanggapi oleh pihak produser acara dan akhirnya peserta dari daerah Bandung, Karesidenan Surakarta dan Yogyakarta diikutsertakan dalam Olimpiade Indonesia Cerdas. Pencarian peserta di luar Jabodetabek dilakukan di regional masing-masing hingga memperoleh pemenang yang akhirnya bertanding di Jakarta. Banyaknya peminat dan seiring dengan popularitas acara ini, maka diadakan pula cerdas cermat untuk usia Sekolah Dasar. Acara ini mampu menjadi oase di tengah gersangnya tayangan edukatif dan menambah wawasan bagi para audiens, terutama audiens remaja. Olimpiade Indonesia Cerdas termasuk dalam genre contest.
            Genre contest memiliki objektivitas yang tinggi. Seperti kompetisi-kompetisi pada umumnya, penilaian secara obyektif sangat diutamakan. Pemenang ditentukan berdasarkan tim yang memperoleh skor tertinggi dalam menjawab pertanyaan dan supporter terbaik ditentukan dari yang paling meriah memberikan semangat. Sepanjang program ini diadakan, hasil selalu sportif dan obyektif. Di beberapa episode terlihat tim dari suatu SMA sangat mempersiapkan untuk kompetisi ini sedangkan tim lawan terkesan asal-asalan. Tentu saja tim yang memiliki persiapan yang matang menjadi pemenangnya. Beberapa kemenangan juga tidak lepas dari faktor keberuntungan. Namun, skor tertinggi tetap menjadi dewa, kepiawaian menghitung cepat, menghafal, kepercayaan diri dan wawasan yang luas dalam hal akademik menjadi faktor penentu dalam memperoleh skor yang tinggi dalam Olimpiade Indonesia Cerdas. Apabila perilaku subyektif yang diutamakan dalam acara ini tentunya akan menuai banyak protes dari penonton.
             Genre contest memiliki tingkat emosional yang kuat. Hal ini tercermin dari ambisi-ambisi para peserta untuk memenangkan kompetisi. Para peserta adalah delegasi dari SMA-SMA terbaik, tentunya turut membawa nama sekolahnya untuk dipertaruhkan dalam acara ini. SMA yang menjadi pemenang akan mendapatkan bonus predikat SMA yang baik dari para audiens, hasil representasi dari kepiawaian perwakilan siswa dalam mengikuti cerdas cermat. Rasa senang ketika menjadi pemenang, rasa kecewa karena kekalahan atau rasa jengkel karena salah menjawab pertanyaan akan turut dirasakan oleh para audiens yang menonton. Seringkali audiens turut berkomentar pula “Ah gimana sih gitu doang nggak bisa”, ketika jengkel dengan peserta yang tidak bisa menjawab. Rasa bangga menjadi pemenang pun tidak hanya dirasakan oleh sekolah yang memenangkan, namun juga warga seluruh kabupaten dari sekolah itu, misalnya saat SMA N 1 Klaten menang, seluruh masyarakat Klaten turut menyampaikan rasa bangganya di media sosial. Hal-hal tersebut menandakan bahwa emosional audiens terlibat kuat dalam acara Olimpiade Indonesia Cerdas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Banyak Pedofilia?

Beberapa minggu terakhir pemberitaan di TV dipenuhi kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak, mulai kasus yang bawa-bawa nama sekolah internasional sampai kasus orang dewasa stress terus nyiksa fantasinya anak kecil. Objek utama yang dibawa-bawa adalah anak kecil, nah objeknya udah beda orientasi nggak kayak kasus yang dulu-dulu yang korbannya wanita tak bersalah. Mengapa demikian? Pedofilia, kata keren buat menyebut sindrom pelaku kasus ini. Artinya bisa dicari sendiri ya, tapi pasti kalian tahu deh artinya, sekarang suka ngrecokin temen pakai sebutan itu kan yaa. Kok bisa sih sekarang banyak orang yang jadi pedo gitu? Faktor apa yang memengaruhi membludaknya pedo? Selanjutnya akan dibahas pada artikel ini *berasa makalah*. Semakin banyaknya jomblo (terutama laki-laki) semakin menambah jumlah manusia pedo. Lho kok bisa? Iya bisa banget. Sosok wanita yang seharusnya menjadi objek fantasi kaum pedo tidak mampu hadir di hadapan para pedo. Wanita-wanita zaman sekarang t...

Judul Bombastis!

Portal berita daring kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat dalam memperoleh informasi. Namun belum semua pengakses portal berita daring mampu memanfaatkan dengan bijak segala informasi yang diakses. Kemudahan akses, share dan unggah informasi menyebabkan media pemilik portal berita daring berlomba-lomba membuat berita yang bisa menjadi perhatian para pengakses. Upaya ini dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan penggunaan judul yang bombastis atau judul yang tidak sesuai dengan isi berita. Salah satunya adalah berita yang dimuat di portal nttterkini.com, berita tersebut menyajikan judul berupa “Pesawat Jatuh di El Tari Kupang, Dua Tewas” ( http://www.nttterkini.com/pesawat-jatuh-di-el-tari-kupang-dua-tewas/ )  namun isi berita tersebut ternyata hanya kisah skenario latihan penanggulangan keadaan darurat dirgantara raharja ke-48 PT Angkasa Pura I Kupang. Judul tersebut memengaruhi psikologis pembaca, terbukti dengan komentar-komentar yang mengira kejadia...

Long time no see!

Yap sudah bertahun tahun tidak mengisi kembali blog ini karena segala rutinitas dan yang paling utama gara2 ga jadi penilaian blog. Entah kenapa malem ini mulai males main twitter, karena sebagian isinya hanya iseng2an belaka,tapi aku tetep aja buka terus. Setiap kali mau ngetwit nomention selalu mikir dulu,tepat ga sih,garing ga sih. Alhasil ga jadi ngepost dan cuma liat2 TL aja. Wasting time banget dan aku terus saja melakukannya! Well,kepikir buat nulis di blog aja,ga ada yang baca gpp, tapi paling engga si blog ini ga bikin galau karena ga ada stalking dan stalkernya :)