Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Mengapa Banyak Pedofilia?

Beberapa minggu terakhir pemberitaan di TV dipenuhi kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak, mulai kasus yang bawa-bawa nama sekolah internasional sampai kasus orang dewasa stress terus nyiksa fantasinya anak kecil. Objek utama yang dibawa-bawa adalah anak kecil, nah objeknya udah beda orientasi nggak kayak kasus yang dulu-dulu yang korbannya wanita tak bersalah. Mengapa demikian? Pedofilia, kata keren buat menyebut sindrom pelaku kasus ini. Artinya bisa dicari sendiri ya, tapi pasti kalian tahu deh artinya, sekarang suka ngrecokin temen pakai sebutan itu kan yaa. Kok bisa sih sekarang banyak orang yang jadi pedo gitu? Faktor apa yang memengaruhi membludaknya pedo? Selanjutnya akan dibahas pada artikel ini *berasa makalah*. Semakin banyaknya jomblo (terutama laki-laki) semakin menambah jumlah manusia pedo. Lho kok bisa? Iya bisa banget. Sosok wanita yang seharusnya menjadi objek fantasi kaum pedo tidak mampu hadir di hadapan para pedo. Wanita-wanita zaman sekarang t...

Yang Diharapkan Pemilih Pemula

Euforia Pesta Demokrasi belum usai, meskipun separuh langkah udah ditempuh tapi yang menjadi puncak euforia masih belum ditapaki. Hahaha euforia?                 Maaf tulisan ini tidak berniat untuk membicarakan politik apapun, atau menilai kinerja partai politik, KPU, TPS, proses Pemilu atau alat coblosnya yang kadang tumpul. Bagi pembaca budiman yang pengen upgrade pengetahuan politik mending ke blog sebelah aja deh sebelum menyesal. Mumpung detikcom, kompascom, vivanews belum server down mending kesana dulu deh..                 Oke, perkenalkan saya adalah pemilih pemula yang cenderung apatis. Meskipun saya hidup di lingkungan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, kampung rumah yang dipenuhi foto caleg dan bendera parpol serta jalan raya kampus-rumah yang dipenuhi baliho caleg, saya tetap apatis. Tetapi sebagai pemilih pemula yang berta...