Beberapa minggu terakhir pemberitaan di TV dipenuhi kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak, mulai kasus yang bawa-bawa nama sekolah internasional sampai kasus orang dewasa stress terus nyiksa fantasinya anak kecil. Objek utama yang dibawa-bawa adalah anak kecil, nah objeknya udah beda orientasi nggak kayak kasus yang dulu-dulu yang korbannya wanita tak bersalah. Mengapa demikian?
Pedofilia, kata keren buat menyebut sindrom pelaku kasus ini. Artinya bisa dicari sendiri ya, tapi pasti kalian tahu deh artinya, sekarang suka ngrecokin temen pakai sebutan itu kan yaa. Kok bisa sih sekarang banyak orang yang jadi pedo gitu? Faktor apa yang memengaruhi membludaknya pedo? Selanjutnya akan dibahas pada artikel ini *berasa makalah*.
Semakin banyaknya jomblo (terutama laki-laki) semakin menambah jumlah manusia pedo. Lho kok bisa? Iya bisa banget. Sosok wanita yang seharusnya menjadi objek fantasi kaum pedo tidak mampu hadir di hadapan para pedo. Wanita-wanita zaman sekarang terlalu sibuk hanya mengkoar-koarkan status jomblonya, tanpa usaha mencari pria yang tepat, hanya berani stalking, hanya berani liat dari jauh. Tipe wanita lain juga memasang standar tipe pria yang terlalu tinggi, sehingga berusaha pun terasa sulit untuk melepas status jomblo. Sedangkan pria zaman sekarang lebih suka yang "udah ada aja" , suka nunggu-nunggu, suka dikode. Nah karena wanita tidak bergerak cepat, maka adik-adik ini yang menjadi korbannya. Zaman udah kebalik-balik. Dengan dikumandangkannya emansipasi wanita harusnya mbak-mbak jomblo ini lebih 'berusaha' lah, kurangi ego dan jaim-jaim dalam usaha melepas status jomblo. Karena nasib adik-adik tak bersalah ini ada di tangan kita, para wanita. Jika wanita mampu menurunkan ego nya dan membahagiakan para pria jomblo, mereka tidak perlu melampiaskannya pada adik-adik ini.
Jangan sampai pria ganteng incaran anda di sana tiba-tiba jadi pedofil karena kelamaan menjomblo, karena kalian ga berani make a first move. Ayo-ayo When You Love Someone Just Be Brave To Say *setel lagu Endah n Rhesa*
_Artikel ini adalah ungakapan rasa kantuk ketika mempelajari bahan UTS Komunikasi Massa_
Komentar
Posting Komentar