Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Budaya “Ngrasani” dan Budaya Online Menjadi Awal Perkembangan Jurnalisme Warga di Indonesia

Modernisasi dan perkembangan teknologi menjadikan masyarakat berubah menjadi bergaya hidup urban. Gaya hidup urban kini tidak mengenal desa atau kota, karena penetrasi segala modernisasi telah mengena ke berbagai lapisan masyarakat. Ciri utama masyarakat urban adalah bergaya hidup praktis. Namun dalam prakteknya tidak semua generasi mampu untuk mengikuti gaya hidup urban. Di era ini, pemeran utama gaya hidup urban adalah para generasi Y. Bermodal usia yang masih muda, akses terhadap teknologi dan berasal dari kelas menengah semakin menjadi faktor pendukung individu untuk bergaya hidup urban. Masyarakat urban menjadikan informasi sebagai komoditas yang penting. Kehadiran teknologi menjadikan informasi tersebar dengan cepat dan membuka kesempatan bagi masyarakat sebagai penyumbang informasi itu. Berita tidak melulu ditulis oleh wartawan dan dimuat di televisi atau surat kabar. Kini, masyarakat urban telah menggenggam informasi di masing-masing tangannya. Berita bencana, kematian artis...

I Want U Again

30 Mei 2014 menjadi tanggal terakhir pergelutan hati menulis di blog yang sudah berkali-kali berganti nama ini. Padahal aktivitas jurusan komunikasi sangat menuntut nulis nulis dan nulis, tapi malah hati terlalu enggan untuk kembali menorehkan deretan karakter di halaman ini. Desember 2014 saya kembali diharuskan menulis di halaman maya berplatform wordpress. Bisa dilihat di citraceritajogja.wordpress.com  . Bermula dari ajakan seorang teman untuk membantu membuat konten terkait Yogyakarta bagi sebuah usaha bakpia premium di Yogyakarta. Namun lagi-lagi, khayalan tentang ide memang sangat banyak, tetapi menumpahkan itu semua dalam deretan karakter di halaman maya ini sangat sangat sangaaat susah. Saya ditargetkan menulis setiap hari, tapi apadaya, hanya sekitar 3 hari sekali saya menyanggupi menerbitkan tulisan-tulisan itu. Dan tulisan-tulisan itu juga masih saja apa adanya. Kemudian suatu pagi, saya membaca notes Facebook dari seorang dosen, menceritakan putranya yang masih ...