Euforia Pesta Demokrasi belum usai, meskipun separuh langkah
udah ditempuh tapi yang menjadi puncak euforia masih belum ditapaki. Hahaha
euforia?
Maaf
tulisan ini tidak berniat untuk membicarakan politik apapun, atau menilai
kinerja partai politik, KPU, TPS, proses Pemilu atau alat coblosnya yang kadang
tumpul. Bagi pembaca budiman yang pengen upgrade pengetahuan politik mending ke
blog sebelah aja deh sebelum menyesal. Mumpung detikcom, kompascom, vivanews
belum server down mending kesana dulu deh..
Oke,
perkenalkan saya adalah pemilih pemula yang cenderung apatis. Meskipun saya
hidup di lingkungan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, kampung rumah yang dipenuhi
foto caleg dan bendera parpol serta jalan raya kampus-rumah yang dipenuhi
baliho caleg, saya tetap apatis. Tetapi sebagai pemilih pemula yang
bertanggungjawab dan eman-eman duit negara, saya mengikuti Pemilu dengan tanpa
beban. Apatis saya juga semakin tidak tergoyahkan ketika tidak ada caleg yang memberi saya uang ketika serangan fajar, memberi notes, memberi mug atau merch
apapun lah. Jadi saya tetap apatis. Berbeda dengan teman saya sesama apatis
yang kemudian mengubah perilakunya karena diberi kalender dan notes oleh caleg.
Fiuh. Alhasil karena saya nggak diberi apapun saya jadi bingung nih mau milih
siapa.
Datang
ke TPS, saya bertemu orang-orang se kelurahan, ada yang ganteng sih, tapi dia
tetangga saya yang mau jadi romo. Haha. Memang kampung saya ga ada yang
berpotensi buat diajak “pek-nggo” atau “ngepek tonggo” atau nikah sama yang
tetanggan biar ala-ala pacar lima langkah gitu. Ah sudahlah. Sambil menunggu
nama saya dipanggil, saya cukup deg-degan. Saya takut kalau saya benar-benar
bingung di bilik suara terus nanti jadi lama terus dicurigai orang-orang keluarahan.
Proses
coblos-coblos saya mungkin berlangsung 5 menit, saya agak random,
ending-endingnya saya cari yang gelarnya S.IP atau alumni FISIPOL UGM gitu.
Hahaha, biar kalau mereka kepilih uang UKT menurun. *ga mungkin banget sih*
Kemudian memasukkan surat suara ke kotak dan dikasih tinta, yeeaa ini yang saya
tunggu-tunggu.
Dengan
bukti tinta ini, harapan pemilih pemula seperti saya bisa terwujud. Yuhuu apa
sih harapannya?
Pada
tanggal 9 April 2014 itu, banyak tenant di mall yang menyediakan diskon atau gratisan
sesuatu dengan menunjukkan bukti tinta keikutsertaan Pemilu, hahaha. Setelah
Pemilu saya dan keluarga langsung cus ke salah satu Mall ternama di Yogyakarta.
Sebagai pemilih pemula yang apatis (dan juga katrok) akhirnya saya bisa
merasakan Starbucks dengan menunjukkan bukti tinta ini. Kapan lagi kan Starbucks gratis, sayang banget lah kalau beli sendiri paling murah 40 ribu,
mending bikin kopi instan sendiri deh. Meskipun yang digratisin kopi yang
biasa, paling tidak gelas berlogo Starbucksnya bisa dibawa pulang.
Selain
starbucks, brand sepatu favorit kakak saya, TLTSN juga kasih diskon buy one get
one free gitu, lumayan sih, tapi yang buy one get one free yang sepatu mahal.
Yaudah deh saya cuma liat-liat akhirnya. Terus di Sport Station juga ada tambahan
diskon kalau menunjukkan tinta bukti ikut Pemilu. Apalagi ya, kayaknya Baskin
Robins, Gosh gitu juga kasih diskon.
Nah
kapan lagi kan pemilih pemula bisa merasakan sesuatu yang branded dengan harga
agak murah atau bahkan gratis? Momen pemilu ini memang momen yang luar biasa
bagi para pemilih pemula. Bisa mewujudkan impian memiliki barang-barang branded. Untuk
selanjutnya kalau ada pemilu sebaiknya nabung dulu jauh-jauh hari ya biar bisa
beli barang-barang diskon :p
Komentar
Posting Komentar