Langsung ke konten utama

I Want U Again

30 Mei 2014 menjadi tanggal terakhir pergelutan hati menulis di blog yang sudah berkali-kali berganti nama ini. Padahal aktivitas jurusan komunikasi sangat menuntut nulis nulis dan nulis, tapi malah hati terlalu enggan untuk kembali menorehkan deretan karakter di halaman ini.

Desember 2014 saya kembali diharuskan menulis di halaman maya berplatform wordpress. Bisa dilihat di citraceritajogja.wordpress.com . Bermula dari ajakan seorang teman untuk membantu membuat konten terkait Yogyakarta bagi sebuah usaha bakpia premium di Yogyakarta. Namun lagi-lagi, khayalan tentang ide memang sangat banyak, tetapi menumpahkan itu semua dalam deretan karakter di halaman maya ini sangat sangat sangaaat susah. Saya ditargetkan menulis setiap hari, tapi apadaya, hanya sekitar 3 hari sekali saya menyanggupi menerbitkan tulisan-tulisan itu. Dan tulisan-tulisan itu juga masih saja apa adanya.

Kemudian suatu pagi, saya membaca notes Facebook dari seorang dosen, menceritakan putranya yang masih SD mampu membuat cerpen pendek, iya cerita pendek yang pendek dengan bahasa yang menurut saya itu saya banget ketika kecil. Saya ingat waktu kecil, dan sampai sekarang setiap saya mau tidur dan ketika bangun tidur, pikiran saya terasa menyusun kata-kata yang mungkin tidak terkait satu sama lain namun membentuk sebuah cerita. Saya sadar betul hal itu dan membuat saya suka sekali aktivitas tidur, karena imajinasi dan khayalan paling gila akan tercipta saat itu. Saya suka berkata-kata dan orang-orang di sekitar kadang menyebut penggunaan kata saya termasuk apik. Namun yang paling parah dan sangat parah adalah saya selalu gagal dan kurang ada niat untuk menumpahkannya dalam tulisan yang bisa dibaca dan didokomentasikan. Yang paling buruk lagi, ketika saya sudah ada niat untuk menulis, kemudian tulisan itu tiba-tiba berhenti dan saya merasa "buat apa sih nulis-nulis gini". Semoga ini tidak terjadi dalam tulisan ini. Semoga.

Jadi, konklusinya, saya ingin nulis-nulis lagi, meskipun itu tulisan embuh. Saya rindu berdiskusi dengan hati dan pikiran. Saya juga terinspirasi dengan para manajer, CEO perusahaan besar yang awal kariernya adalah nulis. Oke kapan-kapan bisa deh saya ceritakan siapa aja itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW FILM: Kuldesak, Mencari Pelarian Namun Justru Tersesat

Jika menonton film ini untuk pertama kalinya dapat dipastikan penonton akan kesulitan untuk menebak atau sekedar memiliki gambaran tentang film ini dari judul yang diberikan. Cul de sac, adalah kata-kata yang mengilhami judul dari film ini, berasal dari Bahasa Perancis yang memiliki arti jalan buntu. Bercerita tentang kaum muda Jakarta tahun 1990an yang pop, berani, punya mimpi dan penyuka tantangan. Di awal cerita penonton dimudahkan untuk menilai nuansa cerita melalui lagu-lagu pop legendaris yang dijadikan soundtrack. Di scene-scene selanjutnya juga terselip lagu-lagu pop lain yang membuat nuansa film menjadi nuansa anak muda, seperti dari Pure Saturday, Ahmad Dhani dan Slank. Namun sebaliknya, kesulitan dan tantangan untuk memahami alur cerita harus dialami oleh penonton karena alur yang disajikan tidak sama seperti film-film Indonesia pada umumnya di masa itu. Pikiran penonton dipaksa untuk dibolak-balik mengingat dan memahami 4 jenis cerita yang tidak ada tautannya sama sekal...

Mengapa Banyak Pedofilia?

Beberapa minggu terakhir pemberitaan di TV dipenuhi kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak, mulai kasus yang bawa-bawa nama sekolah internasional sampai kasus orang dewasa stress terus nyiksa fantasinya anak kecil. Objek utama yang dibawa-bawa adalah anak kecil, nah objeknya udah beda orientasi nggak kayak kasus yang dulu-dulu yang korbannya wanita tak bersalah. Mengapa demikian? Pedofilia, kata keren buat menyebut sindrom pelaku kasus ini. Artinya bisa dicari sendiri ya, tapi pasti kalian tahu deh artinya, sekarang suka ngrecokin temen pakai sebutan itu kan yaa. Kok bisa sih sekarang banyak orang yang jadi pedo gitu? Faktor apa yang memengaruhi membludaknya pedo? Selanjutnya akan dibahas pada artikel ini *berasa makalah*. Semakin banyaknya jomblo (terutama laki-laki) semakin menambah jumlah manusia pedo. Lho kok bisa? Iya bisa banget. Sosok wanita yang seharusnya menjadi objek fantasi kaum pedo tidak mampu hadir di hadapan para pedo. Wanita-wanita zaman sekarang t...

AndroGraphy

Sebelum saya punya android,saya suka banget liat2 foto lomo efek hasil editan dari instagramnya iphone, dengan efek yang keren terus buka2 galery photobucket dengan efek lomo yang asik makin pengen. Setelah punya android dan aktif melototin timeline di twitter, saya menemukan sebuah hashtag yang sangat menarik buat dicoba. #ANDROGRAPHY. 11 huruf yang sangat unik untuk dibaca, masuk ke hashtagnya, isinya share foto2 dari picplz. Foto2nya keren2,meski foto simpel tapi efeknya interesting banget. Akhirnya ngecek ke mbah gugel apasih andrography itu, dan hasilnya andrography adalah seni memotret foto,mengedit dan mengolahnya dalam device android. Langsung tertarik dan saya cari info lebih lanjut, akhirnya saya download berbagai app photograph dari market,like these:   1. Camera 360     aplikasi ini mudah banget dipake dan bisa didownload gratis via android market. Pilih efek yang sekiranya mau dipakek,cepret foto dan langsung jadi editannya, atau juga bisa pake efek ran...