Jurusan Ilmu Komunikasi sudah tidak asing bagiku sejak SMP.
Jurusan ini sudah populer di setiap universitas negeri dan universitas swasta
yang kuketahui. Selain itu ada beberapa orang teman dan kenalan yang kuliah
pada jurusan ini, dan membuatku tertarik untuk melanjutkan pendidikanku setelah
SMA ku disana. Namun hal itu masih jauh. Saat itu aku masih SMP kelas 9.
Menginjak
masuk SMA, pemikiran mulai berubah, jurusan Ilmu Komunikasi bukan jurusan
impian utama lagi. Aku mulai terpengaruh dengan orang-orang yang mengatakan
kalau masuk jurusan sosial itu susah mengikuti mahasiswanya yang high class, karena kuliahnya banyak
waktu luang jadi terlalu banyak main lah, hedonisme lah. Saat itu pikiranku
masih mudah sekali dipengaruhi. Terlebih lagi di SMA aku masuk jurusan IPA.
Impian Ilmu Komunikasi semakin hilang di pikiranku, yang aku impikan saat itu
adalah Fakultas Kedokteran Gigi.
Namun
impianku untuk masuk ke Kedokteran Gigi tidak sesuai dengan usahaku untuk bisa
masuk ke jurusan tersebut. Selama kelas X dan XI banyak meninggalkan pelajaran
untuk berbagai urusan organisasi dan kegiatan lomba non akademis.
Perlahan-lahan kegalauan kembali muncul dan mencapai puncaknya pada kelas XII.
Tujuan harus mulai ditata dan ditentukan.
Selama
perjalanan di kelas XII kebetulan bertemu dengan kakak kelas yang berkuliah di
Ilmu Komunikasi UGM. Kakak itu bercerita tentang bagaimana kuliah di Ilmu
Komunikasi. Diceritakan tentang hal-hal itu aku menjadi teringat kembali dengan
impian lamaku. Dan akhirnya mantap menentukan pilihanku. Ilmu Komunikasi UGM
sebagai pilihan pertama jalur SNMPTN.
Puji
Tuhan, jalan sudah dibukakan oleh Tuhan, dan aku diberi kesempatan dengan mudah
untuk masuk ke Ilmu Komunikasi UGM. Sekarang semakin jelas, dan semakin siap
untuk menata harapan selanjutnya. Dan semua itu kembali bermula pada satu
pertanyaan mengapa pilih Ilmu Komunikasi?
Di
dalam organisasi yang aku ikuti dan berbagai kepanitiaan yang aku jalani, sie
humas dan publikasi menjadi langganan jabatanku. Hal ini yang melatihku untuk
menekuni kegiatan yang membutuhkan keahlian untuk berhubungan dengan orang
banyak dan membuat desain publikasi. Lama-kelamaan aku tertarik dengan bidang
ini dan ingin terus menekuninya. Selain itu nilai rapot untuk pelajaran eksak
juga kurang memuaskan, dan jurusan Ilmu Komunikasi adalah jurusan yang paling
netral di antara jurusan sosial yang lain, sehingga terbuka peluang bagi anak
IPA. Itu termasuk alasan utamaku untuk memilih Ilmu Komunikasi.
Prospek
kerja jurusan Ilmu Komunikasi juga luas. Dan pekerjaan yang digeluti terus
berkembang seturut dengan perkembangan zaman. Hal ini yang membuat saya
tertarik, mampu menjadi dinamis. Tidak seperti zaman dahulu, jurusan Ilmu
Komunikasi hanya bisa menjadi wartawan, sekarang banyak mata pencaharian yang
bisa dipilih, seperti Public Relation,
biro iklan, broadcaster, konsultan
media, fotografer, sutradara dan masih banyak lagi. Pekerjaan di Ilmu
Komunikasi menuntut orang menjadi kreatif, dan hal itu sangat sesuai dengan
passion yang aku miliki, yang terus menerus ingin mengembangkan diri dan
membentuk ide baru.
Selain
keinginan dalam diri, dukungan dari orang-orang sekitar juga semakin
memantapkan hatiku. Restu orangtua juga menjadi dasar dalam memilih jurusan
kita selanjutnya. Orang-orang sekitar juga mendukung dan percaya bahwa aku bisa
sukses ketika melanjutkan pendidikan ke jurusan tersebut. Dan orang-orang yang menjadi teman-temanku di
perkuliahan pasti juga sangat mendukung dan mampu menjadi partner untuk suskes
bersama-sama. Aku sudah yakin ini jalanku, dan akan bertahan dan berjuang untuk
maksimal 4 tahun ke depan, di Ilmu Komunikasi UGM.
Ka, Dulu msuk ilkom lwat jalur apa?
BalasHapussaya juga ingin masuk ilkom. snmptn dari ipa bisa?
BalasHapusHalo, dulu sih aku snmptn ipa bisa, utamanya sih nilai mapel bahasanya yg lumayan.
HapusYang diliat banget nilai apa ya kak?
BalasHapusKak,aku mau masuk ilmu komunikasi,terus aku juga dari jurusan IPA,nilai rata2 ku 87,kemarin kakak bisa lolos gimana ya?
BalasHapus