Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Mei Akhir

Merah berselang di deretan kalender Angka berdigit dua, diawali angka dua Bukan tanggal yang aku suka Lari berselang, Dari timur menuju barat Minggu, Senin dan Rabu Kemudian lelah Tidak tahu harus berbuat apa Kemudian bimbang Hingga tercipta Mei Akhir Masih ada satu Tapi satu itu tak akan bisa jadi cerita 31 Mei tak bisa menyelamatkan Mei Akhir

Solo, Menyimpan Saksi Perjalanan Hidup Indonesia

Field Trip Komunikasi UGM 2013 Sebagai mahasiswa yang berasal dari Klaten dan telah puluhan kali berkunjung ke Solo, saya merasa gagal belum pernah mengunjungi dua lokasi yang ternyata sangat luar biasa dan menarik sekali untuk dikunjungi. Lokasi ini bahkan lebih menarik dari Beteng Trade Center atau Solo Grand Mall. Dua lokasi ini menyimpan kekayaan negeri kita yang dulunya berpengaruh dan menjadi saksi perjalanan bangsa ini. Agar kita lebih peka dengan sejarah dan menjaga kekayaan negeri kita, mata kuliah Sejarah Ilmu Komunikasi dan Media mengadakan field trip ke dua tempat tersebut pada tanggal 12 Mei 2014. Tempat tersebut juga sesuai dengan disiplin ilmu para pembelajar komunikasi karena kekayaan yang disimpan adalah objek yang kami kaji. 1.   Lokananta Tulisan Lokananta di Gedung Utama Masih ingat dengan kasus klaim Malaysia terhadap lagu Rasa Sayange? Nah tempat inilah yang menyelamatkan lagu Rasa Sayange tetap menjadi lagu asli dari Indonesia. Lokanan...

Mengapa Banyak Pedofilia?

Beberapa minggu terakhir pemberitaan di TV dipenuhi kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak, mulai kasus yang bawa-bawa nama sekolah internasional sampai kasus orang dewasa stress terus nyiksa fantasinya anak kecil. Objek utama yang dibawa-bawa adalah anak kecil, nah objeknya udah beda orientasi nggak kayak kasus yang dulu-dulu yang korbannya wanita tak bersalah. Mengapa demikian? Pedofilia, kata keren buat menyebut sindrom pelaku kasus ini. Artinya bisa dicari sendiri ya, tapi pasti kalian tahu deh artinya, sekarang suka ngrecokin temen pakai sebutan itu kan yaa. Kok bisa sih sekarang banyak orang yang jadi pedo gitu? Faktor apa yang memengaruhi membludaknya pedo? Selanjutnya akan dibahas pada artikel ini *berasa makalah*. Semakin banyaknya jomblo (terutama laki-laki) semakin menambah jumlah manusia pedo. Lho kok bisa? Iya bisa banget. Sosok wanita yang seharusnya menjadi objek fantasi kaum pedo tidak mampu hadir di hadapan para pedo. Wanita-wanita zaman sekarang t...

Yang Diharapkan Pemilih Pemula

Euforia Pesta Demokrasi belum usai, meskipun separuh langkah udah ditempuh tapi yang menjadi puncak euforia masih belum ditapaki. Hahaha euforia?                 Maaf tulisan ini tidak berniat untuk membicarakan politik apapun, atau menilai kinerja partai politik, KPU, TPS, proses Pemilu atau alat coblosnya yang kadang tumpul. Bagi pembaca budiman yang pengen upgrade pengetahuan politik mending ke blog sebelah aja deh sebelum menyesal. Mumpung detikcom, kompascom, vivanews belum server down mending kesana dulu deh..                 Oke, perkenalkan saya adalah pemilih pemula yang cenderung apatis. Meskipun saya hidup di lingkungan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, kampung rumah yang dipenuhi foto caleg dan bendera parpol serta jalan raya kampus-rumah yang dipenuhi baliho caleg, saya tetap apatis. Tetapi sebagai pemilih pemula yang berta...

Naluri Ke-cek in-nan

Judul di atas mungkin sangat ga sesuai kaidah EYD atau KBBI ya, meskipun begitu kata cek in atau check in sudah tidak asing lagi bagi kita anak-anak new media. Cek in bukan lagi istilah kalo kita daftar hotel atau daftar ketika mau naik pesawat. Cek in menjadi aktivitas baru dan kata kerja baru yang nyaingi gugling dan tweeting di era digital ini. Jadi, mari kita definisikan dulu arti cek in yang sekarang lagi ngetren. Cek in adalah aktivitas menunjukkan keberadaan kita kepada orang lain melalui media sosial sehingga orang-orang mengetahui kita itu lagi dimana. Tujuan utama cek in pastilah buat pamer, kita pengen menunjukkan eksistensi kita kalo kita lagi di suatu tempat yang oke, dan pengen orang lain tau. Aku sendiri tau tentang dunia per cek in an semenjak ada foursquare. Namun, cek in zaman dulu belum se membahana sekarang. Dengan handphone yang masih berbasis Java, ketika cek in kita hanya sekedar menunjukkan nama tempat, ga seperti sekarang yang dilengkapi pula de...

Ini Nih Mainan Favoritku

Liburan semester belum mulai, tetapi sudah banyak waktu selo yang dilalui. Ibaratnya ini liburan yang diselingi ujian, tiap masuk ujian 2 hari, liburnya 2 hari pula. Ujian pun cukup datang ke kampus dan mengumpulkan paper. Karena keterbatasan hiburan, jalan yang dilakukan adalah internetan dengan sisa-sisa kuota Always On. Yah, facebook, twitter standar dan beberapa situs populer yang aksesnya terbatas menjadi hiburan saat ini. Beberapa waktu terakhir, timeline facebook gencar dengan munculnya kembali foto dan status dari teman-teman ketika tahun 2009an. Masih pada lucu, alay, polos, terlihat aslinya. Iseng-iseng saya pun juga penasaran dengan track record lawas di facebook dan menemukan foto-foto editan "alay". Terutama zaman-zaman SMP. Adobe Photoshop, software editor itu yang menjadi mainan andalan saya ketika SMP (dan sampai sekarang). Ketika belum zamannya kamera DSLR dan smartphone, foto-foto yang saya ambil dan edit itu terasa keren banget. Ya, dulu saya g...