Langsung ke konten utama

Postingan

Judul Bombastis!

Portal berita daring kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat dalam memperoleh informasi. Namun belum semua pengakses portal berita daring mampu memanfaatkan dengan bijak segala informasi yang diakses. Kemudahan akses, share dan unggah informasi menyebabkan media pemilik portal berita daring berlomba-lomba membuat berita yang bisa menjadi perhatian para pengakses. Upaya ini dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan penggunaan judul yang bombastis atau judul yang tidak sesuai dengan isi berita. Salah satunya adalah berita yang dimuat di portal nttterkini.com, berita tersebut menyajikan judul berupa “Pesawat Jatuh di El Tari Kupang, Dua Tewas” ( http://www.nttterkini.com/pesawat-jatuh-di-el-tari-kupang-dua-tewas/ )  namun isi berita tersebut ternyata hanya kisah skenario latihan penanggulangan keadaan darurat dirgantara raharja ke-48 PT Angkasa Pura I Kupang. Judul tersebut memengaruhi psikologis pembaca, terbukti dengan komentar-komentar yang mengira kejadia...

Olimpiade Indonesia Cerdas: Oase di Tengah Gersangnya Acara Edukatif untuk Remaja

Olimpiade Indonesia Cerdas menjadi satu-satunya tayangan kuis edukatif bagi remaja tingkat SMA atau sederajat yang tayang di Rajawali Televisi. Acara ini tayang perdana pada tanggal 29 September 2014, hingga kini tayang dari hari Senin sampai Jumat pukul 19.00 dan dipandu oleh Nirina Zubir. Para peserta dalam Olimpiade Indonesia Cerdas beradu kemampuan akademik dan wawasan. Acara dikemas dalam bentuk cerdas cermat yang dibagi dalam tiga babak yaitu cepat tepat, cepat cermat dan kotak katik. Setiap tim harus mengikuti babak demi babak untuk memperoleh skor tertinggi agar bisa menjadi pemenang. Selain itu, setiap tim juga mengirimkan tim supporter untuk memberi semangat dan memeriahkan jalannya cerdas cermat. Namun, acara yang edukatif ini sempat menuai teguran dari KPI karena yang menjadi peserta hanya SMA dari daerah Jabodetabek saja. Teguran ini ditanggapi oleh pihak produser acara dan akhirnya peserta dari daerah Bandung, Karesidenan Surakarta dan Yogyakarta diikutsertakan dalam ...

Cerita Sedih Ujung September

Sendirian dan tidak berbuat apa-apa adalah hal paling menakutkan dalam hidup saya. Yah setelah sekitar 10 bulan belakangan saya punya pekerjaan kecil-kecilan di sebuah online shop yang sedang berkembang, bulan September ini menjadi bulan pertama saya menjadi pengangguran lagi. Meskipun pekerjaan yang dulunya saya ambil itu sederhana, namun efeknya sangat terasa ketika sekarang tidak lagi mengerjakan pekerjaan itu. Biasanya minimal 3 jam saya harus stay di depan laptop untuk membalas komentar sista-sista bawel yang mau pesan baju. Sekarang, buka laptop biasanya hanya untuk mengerjakan tugas dan surfing internet tidak jelas. Menjadi pengangguran ini membuat saya menjadi manusia nyelo, yang tidak dituntut tekanan dan berakhir tidak berbuat apa-apa. Sempat saya apply ke beberapa kerjaan sambilan potensial, tapi hasilnya nol. Hal yang menyedihkan lagi saat ini adalah tahun ketiga saya kuliah, tapi justru rasanya tidak berbuat apa-apa. Setiap malam, atau mungkin dalam setiap doa sa...

REVIEW FILM: Kuldesak, Mencari Pelarian Namun Justru Tersesat

Jika menonton film ini untuk pertama kalinya dapat dipastikan penonton akan kesulitan untuk menebak atau sekedar memiliki gambaran tentang film ini dari judul yang diberikan. Cul de sac, adalah kata-kata yang mengilhami judul dari film ini, berasal dari Bahasa Perancis yang memiliki arti jalan buntu. Bercerita tentang kaum muda Jakarta tahun 1990an yang pop, berani, punya mimpi dan penyuka tantangan. Di awal cerita penonton dimudahkan untuk menilai nuansa cerita melalui lagu-lagu pop legendaris yang dijadikan soundtrack. Di scene-scene selanjutnya juga terselip lagu-lagu pop lain yang membuat nuansa film menjadi nuansa anak muda, seperti dari Pure Saturday, Ahmad Dhani dan Slank. Namun sebaliknya, kesulitan dan tantangan untuk memahami alur cerita harus dialami oleh penonton karena alur yang disajikan tidak sama seperti film-film Indonesia pada umumnya di masa itu. Pikiran penonton dipaksa untuk dibolak-balik mengingat dan memahami 4 jenis cerita yang tidak ada tautannya sama sekal...

URBAN TRIBES: Lelaki Traveler Instagram

Media sosial Instagram dan gaya hidup traveler kini menjadi aliran hidup tersendiri bagi beberapa kalangan, terutama kalangan remaja urban. Kini liburan dan jalan-jalan bukan sekedar mengunjungi tempat-tempat yang menarik dan refreshing , namun diikuti juga dengan aktivitas hunting foto-foto yang dipamerkan di akun Instagram masing-masing. Kelompok Traveler Instagram berlomba-lomba untuk membuat galeri Instagram mereka konsisten bertemakan traveler . Foto yang dipamerkan juga dibumbui dengan filter-filter dari editor gambar agar terlihat semakin smooth . Kemunculan Lelaki Traveler Instagram ini biasanya di kota-kota yang memiliki banyak kampus atau yang memiliki banyak tempat wisata, seperti Jogja, Bandung, Malang, Jakarta.                 Para Lelaki Traveler Instagram ini sangat sering untuk pergi ke tempat wisata atau menemukan tempat wisata-wisata baru. Mayoritas tempat wisata yang dituju adalah tempat wisata alam (gunung, pantai, bu...

Idealisme Mahasiswa yang Didasari Nalar Intelektual

Telah lebih dari sepuluh dasa warsa peringatan berdirinya Boedi Oetomo. Organisasi yang menjadi tonggak kebangkitan nasional ini menjadi jejak cerita perjuangan para aktivis masa lalu dalam merebut kemerdekaan bagi bangsa ini. Namun keberhasilan merebut kemerdekaan itu tak lantas menjadi titik berhenti dari segala aksi pergerakan. Justru di pasca kemerdekaan, penjajah-penjajah versi baru muncul dalam rupa jiwa-jiwa yang terbelenggu dalam kepentingan politik individu. Boedi Oetomo millennium baru lah yang seharusnya menunjukkan kiprahnya memerangi penjajah versi baru ini.             Panggung politik dan pemerintahan di Indonesia mengubah pertunjukannya pasca terpilihnya koalisi Indonesia Hebat dalam jajaran tokoh penting di negeri ini. Koalisi Indonesia Hebat yang dikemudikan oleh Presiden Joko Widodo digadang-gadang akan membawa banyak perubahan dan mengusung revolusi mental. Namun siapa sangka, kehidupan politik, ekonomi dan so...

Budaya “Ngrasani” dan Budaya Online Menjadi Awal Perkembangan Jurnalisme Warga di Indonesia

Modernisasi dan perkembangan teknologi menjadikan masyarakat berubah menjadi bergaya hidup urban. Gaya hidup urban kini tidak mengenal desa atau kota, karena penetrasi segala modernisasi telah mengena ke berbagai lapisan masyarakat. Ciri utama masyarakat urban adalah bergaya hidup praktis. Namun dalam prakteknya tidak semua generasi mampu untuk mengikuti gaya hidup urban. Di era ini, pemeran utama gaya hidup urban adalah para generasi Y. Bermodal usia yang masih muda, akses terhadap teknologi dan berasal dari kelas menengah semakin menjadi faktor pendukung individu untuk bergaya hidup urban. Masyarakat urban menjadikan informasi sebagai komoditas yang penting. Kehadiran teknologi menjadikan informasi tersebar dengan cepat dan membuka kesempatan bagi masyarakat sebagai penyumbang informasi itu. Berita tidak melulu ditulis oleh wartawan dan dimuat di televisi atau surat kabar. Kini, masyarakat urban telah menggenggam informasi di masing-masing tangannya. Berita bencana, kematian artis...

I Want U Again

30 Mei 2014 menjadi tanggal terakhir pergelutan hati menulis di blog yang sudah berkali-kali berganti nama ini. Padahal aktivitas jurusan komunikasi sangat menuntut nulis nulis dan nulis, tapi malah hati terlalu enggan untuk kembali menorehkan deretan karakter di halaman ini. Desember 2014 saya kembali diharuskan menulis di halaman maya berplatform wordpress. Bisa dilihat di citraceritajogja.wordpress.com  . Bermula dari ajakan seorang teman untuk membantu membuat konten terkait Yogyakarta bagi sebuah usaha bakpia premium di Yogyakarta. Namun lagi-lagi, khayalan tentang ide memang sangat banyak, tetapi menumpahkan itu semua dalam deretan karakter di halaman maya ini sangat sangat sangaaat susah. Saya ditargetkan menulis setiap hari, tapi apadaya, hanya sekitar 3 hari sekali saya menyanggupi menerbitkan tulisan-tulisan itu. Dan tulisan-tulisan itu juga masih saja apa adanya. Kemudian suatu pagi, saya membaca notes Facebook dari seorang dosen, menceritakan putranya yang masih ...

Mei Akhir

Merah berselang di deretan kalender Angka berdigit dua, diawali angka dua Bukan tanggal yang aku suka Lari berselang, Dari timur menuju barat Minggu, Senin dan Rabu Kemudian lelah Tidak tahu harus berbuat apa Kemudian bimbang Hingga tercipta Mei Akhir Masih ada satu Tapi satu itu tak akan bisa jadi cerita 31 Mei tak bisa menyelamatkan Mei Akhir

Solo, Menyimpan Saksi Perjalanan Hidup Indonesia

Field Trip Komunikasi UGM 2013 Sebagai mahasiswa yang berasal dari Klaten dan telah puluhan kali berkunjung ke Solo, saya merasa gagal belum pernah mengunjungi dua lokasi yang ternyata sangat luar biasa dan menarik sekali untuk dikunjungi. Lokasi ini bahkan lebih menarik dari Beteng Trade Center atau Solo Grand Mall. Dua lokasi ini menyimpan kekayaan negeri kita yang dulunya berpengaruh dan menjadi saksi perjalanan bangsa ini. Agar kita lebih peka dengan sejarah dan menjaga kekayaan negeri kita, mata kuliah Sejarah Ilmu Komunikasi dan Media mengadakan field trip ke dua tempat tersebut pada tanggal 12 Mei 2014. Tempat tersebut juga sesuai dengan disiplin ilmu para pembelajar komunikasi karena kekayaan yang disimpan adalah objek yang kami kaji. 1.   Lokananta Tulisan Lokananta di Gedung Utama Masih ingat dengan kasus klaim Malaysia terhadap lagu Rasa Sayange? Nah tempat inilah yang menyelamatkan lagu Rasa Sayange tetap menjadi lagu asli dari Indonesia. Lokanan...

Mengapa Banyak Pedofilia?

Beberapa minggu terakhir pemberitaan di TV dipenuhi kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak, mulai kasus yang bawa-bawa nama sekolah internasional sampai kasus orang dewasa stress terus nyiksa fantasinya anak kecil. Objek utama yang dibawa-bawa adalah anak kecil, nah objeknya udah beda orientasi nggak kayak kasus yang dulu-dulu yang korbannya wanita tak bersalah. Mengapa demikian? Pedofilia, kata keren buat menyebut sindrom pelaku kasus ini. Artinya bisa dicari sendiri ya, tapi pasti kalian tahu deh artinya, sekarang suka ngrecokin temen pakai sebutan itu kan yaa. Kok bisa sih sekarang banyak orang yang jadi pedo gitu? Faktor apa yang memengaruhi membludaknya pedo? Selanjutnya akan dibahas pada artikel ini *berasa makalah*. Semakin banyaknya jomblo (terutama laki-laki) semakin menambah jumlah manusia pedo. Lho kok bisa? Iya bisa banget. Sosok wanita yang seharusnya menjadi objek fantasi kaum pedo tidak mampu hadir di hadapan para pedo. Wanita-wanita zaman sekarang t...

Yang Diharapkan Pemilih Pemula

Euforia Pesta Demokrasi belum usai, meskipun separuh langkah udah ditempuh tapi yang menjadi puncak euforia masih belum ditapaki. Hahaha euforia?                 Maaf tulisan ini tidak berniat untuk membicarakan politik apapun, atau menilai kinerja partai politik, KPU, TPS, proses Pemilu atau alat coblosnya yang kadang tumpul. Bagi pembaca budiman yang pengen upgrade pengetahuan politik mending ke blog sebelah aja deh sebelum menyesal. Mumpung detikcom, kompascom, vivanews belum server down mending kesana dulu deh..                 Oke, perkenalkan saya adalah pemilih pemula yang cenderung apatis. Meskipun saya hidup di lingkungan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, kampung rumah yang dipenuhi foto caleg dan bendera parpol serta jalan raya kampus-rumah yang dipenuhi baliho caleg, saya tetap apatis. Tetapi sebagai pemilih pemula yang berta...

Naluri Ke-cek in-nan

Judul di atas mungkin sangat ga sesuai kaidah EYD atau KBBI ya, meskipun begitu kata cek in atau check in sudah tidak asing lagi bagi kita anak-anak new media. Cek in bukan lagi istilah kalo kita daftar hotel atau daftar ketika mau naik pesawat. Cek in menjadi aktivitas baru dan kata kerja baru yang nyaingi gugling dan tweeting di era digital ini. Jadi, mari kita definisikan dulu arti cek in yang sekarang lagi ngetren. Cek in adalah aktivitas menunjukkan keberadaan kita kepada orang lain melalui media sosial sehingga orang-orang mengetahui kita itu lagi dimana. Tujuan utama cek in pastilah buat pamer, kita pengen menunjukkan eksistensi kita kalo kita lagi di suatu tempat yang oke, dan pengen orang lain tau. Aku sendiri tau tentang dunia per cek in an semenjak ada foursquare. Namun, cek in zaman dulu belum se membahana sekarang. Dengan handphone yang masih berbasis Java, ketika cek in kita hanya sekedar menunjukkan nama tempat, ga seperti sekarang yang dilengkapi pula de...